POLYCROL 400 TABLET
ALUMINIUM HYDROXIDE
MAGNESIUM HYDROXIDE
SIMETICONE
Aluminium Hidroksida dan Magnesium Hidroksida adalah antasida yang digunakan bersama-sama
untuk meredakan mulas, gangguan pencernaan asam, dan sakit perut. Mereka dapat
digunakan untuk mengobati gejala-gejala ini pada pasien dengan ulkus peptikum,
gastritis,atau terlalu banyak asam di dalam perut (lambung hyperacidity).
Mereka menggabungkan dengan asam lambung dan menetralisir itu.
Magnesium hydroxide, Mg(OH)2 adalah senyawa anorganik. Senyawa ini adalah komponen umum
dari antasida dan obat pencahar.
Simeticone
merupakan obat yang dapat digunakan untuk meredakan gejala-gejala yang timbul
akibat produksi gas berlebih di dalam usus, seperti perut kembung, bersendawa
terus-menerus, beserta rasa tidak nyaman atau nyeri di dalam perut. Semiticone merupakan obat golongan
antiflatulen.
Sebagai
antasida, obat ini menetralkan kelebihan asam lambung sehingga bisa meredakan
mulas, maag dan dispepsia. Biasanya dikombinasikan dengan Aluminium hydroxide, untuk mengurangi efek samping diare.
Sebagai obat pencahar, kekuatan osmotik suspensi magnesium menarik cairan dari
tubuh dan mempertahankan cairan yang sudah dalam lumen usus, melembungkan usus,
sehingga merangsang saraf dalam dinding usus, merangsang peristaltik dan
mengakibatkan evakuasi isi kolon.
Efek samping dari Magnesium hydroxide
adalah diare yang bisa mengakibatkan tubuh kekurangan kalium. Efek lainnya
adalah, senyawa ini bisa mengganggu penyerapan asam folat dan zat besi.
Mekanisme Reaksi
Antasida adalah golongan obat yang
digunakan untuk menetralkan asam di lambung. Secara alami lambung memproduksi
suatu asam, yaitu asam klorida (HCl) yang berfungsi untuk membantu proses
pencernaan protein. Antasida bekerja dengan cara menetralkan lambung yang
terlalu asam. Selain menetralkan asam lambung, antasida juga meningkatkan
pertahanan mukosa lambung dengan memicu produksi prostaglandin pada mukosa
lambung.
Magnesium hidroksida digunakan sebagai
katartik dan antasida, tidak larut dan efektif sebelum obat ini bereaksi dengan
HCl membentuk MgCl2. Magnesium hidroksida yang tidak larut akan
tetap berada dalam lambung dan akan menetralkan HCl yang disekresi belakangan
sehingga masa kerjanya lama. Satu gram magnesium hidroksida dapat menetralisir
32,6 mEq dari asam lambung. Senyawa magnesium memiliki kelebihan berupa
absorpsi yang kecil, aksi yang tahan lama dan tidak menghasilkan karbondioksida
Reaksi :
Mg(OH)2 (aq)
+ 2HCl (aq)
MgCl2 (aq) + 2H2O (l)
Aluminium hidroksida menghasilkan
aluminium klorida dan air. Namun jika pH lebih dari 5, maka reaksi
netralisasinya tidak berlangsung sempurna. Ion alumunium dapat bereaksi dengan
protein sehingga bersifat astringen ( menciutkan selaput lendir ). Antasida ini
mengadsorpsi pepsin dan menginaktivasinya. Cara kerja obat ini adalah
senyawa alumunium yang merupakan suatu zat koloid, melapisi selaput
lendir, menetralkan asama klorida dan mengikat asam klorida secara adsoptif.
. Reaksi yang terjadi di dalam lambung,
antara alumunium hidroksida dengan asam lambung:
Al(OH)3 (aq)
+ 3HCl (aq)
AlCl3 +
3H2O
Efek Obat
dan Efek Sampingnya
Disamping efek pengobatan yang diinginkan,obat dapat menimbulkan efek yang
tidak diinginkan.
|
Bahan Aktif
|
Kegunaan
|
Efek Samping
|
|
Alumunium Hidroksida
|
Menetralkan asam lambung
|
Konstipasi, dapat terjadi mual muntah, dapat mengurangi absorpsi
bermacam-macam vitamin dan tetrasiklin
|
|
Magnesium Hidroksida
|
Menetralkan asam lambung
|
Diare, sebanyak 5-10 % magnesium diabsoprsi dan dapat menimbulkan
kelainan neurologi, neuromuskular, dan kardiovaskular.
|
Antasida yang terdiri dari kombinasi
alumunium hidroksida dan magnesium hidroksida dipilih karena menghasilkan efek
non sistemik dengan masa kerja panjang. Antasida non sistemik hampir tidak
diabsorbsi di dalam usus sehingga tidak menimbulkan alkalosis metabolik.
Kombinasi ini diharapkan dapat mengurangi efek samping dari obat.
METABOLISME
Sebelum dikeluarkan dari tubuh, obat
mengalami proses metabolisme (biotransformasi) terlebih dahulu. Biotransformasi
atau metabolisme obat adalah proses perubahan struktur kimia obat yang
terjadi di dalam tubuh dan dikatalis oleh enzim. Pada proses ini molekul obat
di ubah menjadi lebih polar artinya lebih mudah larut dalam air dan kurang larut
dalam lemak sehingga lebih mudah diekskresi melalui ginjal. Selain itu, pada
umumnya obat menjadi inaktif, sehingga biotransformasi sangat berperan dalam
mengakhiri kerja obat.
Berikut ini adalah mekanisme aksi
(metabolisme) dari antasida:
1.
Menetralkan HCL dalam lambung dengan membentuk garam AlCl3 dan
H2O
2.
Magnesium hidroksida per oral bereaksi cepat dengan HCl di lambung
membentuk MgCl2
3.
Bila diberikan secara oral bereaksi lebih lambat dengan HCl di lambung dari
pada magnesium hidroksida
4.
Pada pemberian per oral bereaksi membentuk magnesium klorida yang larut
Bagaimana kontraindikasi obat polycrol? Apakah bisa digunakan untuk ibu hamil?
BalasHapustentu tidak karena akan bersifat teratogenik
HapusHai Izzatur
BalasHapusBagaimana jika penggunaan polycrol bersamaan dengan sukralfat? Apa pengaruhnya?
Assalamualaikum izzatur rahmi..
BalasHapusMau nanya nih bagaimana efek samping yang terjadi jika polycrol digunakan terus menerus untuk penyakit asam lambung ? apakah ada berpengaruh terhadap fungsi organ yang lain ?
bagaimana kontra indikasi dari ALUMINIUM HYDROXIDE?
BalasHapusMengapa penggunaan aluminium hidroksida dapat menyebabkan konstipasi?
BalasHapus