Sabtu, 07 Oktober 2017

EFEK SAMPING OBAT POLYCROL



POLYCROL  400 TABLET
          ALUMINIUM HYDROXIDE
          MAGNESIUM HYDROXIDE
                   SIMETICONE
Aluminium Hidroksida dan Magnesium Hidroksida adalah antasida yang digunakan bersama-sama untuk meredakan mulas, gangguan pencernaan asam, dan sakit perut. Mereka dapat digunakan untuk mengobati gejala-gejala ini pada pasien dengan ulkus peptikum, gastritis,atau terlalu banyak asam di dalam perut (lambung hyperacidity). Mereka menggabungkan dengan asam lambung dan menetralisir itu.
Magnesium hydroxide, Mg(OH)adalah senyawa anorganik. Senyawa ini adalah komponen umum dari antasida dan obat pencahar. 
Simeticone merupakan obat yang dapat digunakan untuk meredakan gejala-gejala yang timbul akibat produksi gas berlebih di dalam usus, seperti perut kembung, bersendawa terus-menerus, beserta rasa tidak nyaman atau nyeri di dalam perut. Semiticone merupakan obat golongan antiflatulen.
Sebagai antasida, obat ini menetralkan kelebihan asam lambung sehingga bisa meredakan mulas, maag dan dispepsia. Biasanya dikombinasikan dengan Aluminium hydroxide, untuk mengurangi efek samping diare. Sebagai obat pencahar, kekuatan osmotik suspensi magnesium menarik cairan dari tubuh dan mempertahankan cairan yang sudah dalam lumen usus, melembungkan usus, sehingga merangsang saraf dalam dinding usus, merangsang peristaltik dan mengakibatkan evakuasi isi kolon.
Efek samping dari Magnesium hydroxide adalah diare yang bisa mengakibatkan tubuh kekurangan kalium. Efek lainnya adalah, senyawa ini bisa mengganggu penyerapan asam folat dan zat besi.
Mekanisme Reaksi
Antasida adalah golongan obat yang digunakan untuk menetralkan asam di lambung. Secara alami lambung memproduksi suatu asam, yaitu asam klorida (HCl) yang berfungsi untuk membantu proses pencernaan protein. Antasida bekerja dengan cara menetralkan lambung yang terlalu asam. Selain menetralkan asam lambung, antasida juga meningkatkan pertahanan mukosa lambung dengan memicu produksi prostaglandin pada mukosa lambung.
Magnesium hidroksida digunakan sebagai katartik dan antasida, tidak larut dan efektif sebelum obat ini bereaksi dengan HCl membentuk MgCl2. Magnesium hidroksida yang tidak larut akan tetap berada dalam lambung dan akan menetralkan HCl yang disekresi belakangan sehingga masa kerjanya lama. Satu gram magnesium hidroksida dapat menetralisir 32,6 mEq dari asam lambung. Senyawa magnesium memiliki kelebihan berupa absorpsi yang kecil, aksi yang tahan lama dan tidak menghasilkan karbondioksida
Reaksi :
Mg(OH)2 (aq)  + 2HCl (aq)            MgCl2  (aq)  + 2H2O (l)
Aluminium hidroksida menghasilkan aluminium klorida dan air. Namun jika pH lebih dari 5, maka reaksi netralisasinya tidak berlangsung sempurna. Ion alumunium dapat bereaksi dengan protein sehingga bersifat astringen ( menciutkan selaput lendir ). Antasida ini mengadsorpsi pepsin dan menginaktivasinya. Cara kerja obat ini adalah  senyawa alumunium yang merupakan suatu zat koloid, melapisi selaput lendir, menetralkan asama klorida dan mengikat asam klorida secara adsoptif.
. Reaksi yang terjadi di dalam lambung, antara alumunium hidroksida dengan asam lambung:
Al(OH)3 (aq)  +  3HCl (aq)             AlCl + 3H2O



Efek Obat dan Efek Sampingnya
Disamping efek pengobatan yang diinginkan,obat dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
Bahan Aktif
Kegunaan
Efek Samping
Alumunium Hidroksida
Menetralkan asam lambung
Konstipasi, dapat terjadi mual muntah, dapat mengurangi absorpsi bermacam-macam vitamin dan tetrasiklin
Magnesium Hidroksida
Menetralkan asam lambung
Diare, sebanyak 5-10 % magnesium diabsoprsi dan dapat menimbulkan kelainan neurologi, neuromuskular, dan kardiovaskular.
Antasida yang terdiri dari kombinasi alumunium hidroksida dan magnesium hidroksida dipilih karena menghasilkan efek non sistemik dengan masa kerja panjang. Antasida non sistemik hampir tidak diabsorbsi di dalam usus sehingga tidak menimbulkan alkalosis metabolik. Kombinasi ini diharapkan dapat mengurangi efek samping dari obat.





METABOLISME
Sebelum dikeluarkan dari tubuh, obat mengalami proses metabolisme (biotransformasi) terlebih dahulu. Biotransformasi atau metabolisme obat adalah  proses perubahan struktur kimia obat yang terjadi di dalam tubuh dan dikatalis oleh enzim. Pada proses ini molekul obat di ubah menjadi lebih polar artinya lebih mudah larut dalam air dan kurang larut dalam lemak sehingga lebih mudah diekskresi melalui ginjal. Selain itu, pada umumnya obat menjadi inaktif, sehingga biotransformasi sangat berperan dalam mengakhiri kerja obat.
Berikut ini adalah mekanisme aksi (metabolisme) dari antasida:
1.     Menetralkan HCL dalam lambung dengan membentuk garam AlCl3 dan H2O
2.     Magnesium hidroksida per oral bereaksi cepat dengan HCl di lambung membentuk MgCl2
3.     Bila diberikan secara oral bereaksi lebih lambat dengan HCl di lambung dari pada magnesium hidroksida
4.     Pada pemberian per oral bereaksi membentuk magnesium klorida yang larut


6 komentar:

  1. Bagaimana kontraindikasi obat polycrol? Apakah bisa digunakan untuk ibu hamil?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tentu tidak karena akan bersifat teratogenik

      Hapus
  2. Hai Izzatur
    Bagaimana jika penggunaan polycrol bersamaan dengan sukralfat? Apa pengaruhnya?

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum izzatur rahmi..
    Mau nanya nih bagaimana efek samping yang terjadi jika polycrol digunakan terus menerus untuk penyakit asam lambung ? apakah ada berpengaruh terhadap fungsi organ yang lain ?

    BalasHapus
  4. bagaimana kontra indikasi dari ALUMINIUM HYDROXIDE?

    BalasHapus
  5. Mengapa penggunaan aluminium hidroksida dapat menyebabkan konstipasi?

    BalasHapus