Minggu, 08 Oktober 2017

ANALGETIKA



ANALGETIKA

Banyak atau mungkin semua sensasi nyeri disebabkan oleh pembebasan senyawa-senyawa kimia tertentu oleh stimulus nyeri. Senyawa kimia yang dibebaskan ini dapat menimbulkan nyeri karena mengekstasi ujung-ujung saraf nyeri (menyerupai brandikinin) menyebabkan zat lain menimbulkan nyeri misalnya vasodilatasi pembuluh darah yang menyebabkan migran, menimbulkan kejang otot viseral atau iritasi/kerusakan jaringan setempat. Hal ini juga tergantung pada serabut saraf yang menghantarkan impuls nyeri ke korteks sensorik di otak, maka sensasi nyeri disadari sebagai nyeri yang tajam, menususk atau nyeri yang lebih bersifat ngilu.
Obat analgesik adalah obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri dan akhirnya akan memberikan rasa nyaman pada orang yang menderita. Nyeri adalah perasaan sensoris dan emosional yang tidak nyaman, berkaitan dengan ancaman kerusakan jaringan. Rasa nyeri dalam kebanyakan halnya merupakan suatu gejala yang berfungsi sebagai isyarat bahaya tentang adanya gangguan dijaringan seperti peradangan,rematik,encok atau kejang otot(Tjay,2007).
Menurut Anief(1995), berdasarkan aksinya obat-obat analgesik dibagi menjadi 2 golongan :
1.Analgesik non opioid(perifer)      
Secara farmakologi praktis dibedakan atas kelompok salisilat(asetosal,diflunisal) dan non salisilat sebagian besar sediaan-sediaan golongan non salisilat termasuk derivat arylalkanoat, bekerja pada sistem saraf perifer
2. Analgesik opioid(analgesik narkotika)
Analgesik opioid merupakan kelompok obat yang memiliki sifat-sifat seperti opium dan morfin. Golongan obat ini terutama digunakan untuk meredakan atau menghilangkan rasa nyeri, tetapi semua analgsik opioid menimbulkan adiksi atau ketergantungan, bekerja pada sistem saraf pusat
Asetosal, antalgin dan parasetmol merupakan obat golongan analgetik non narkotik yang berasal dari golongan antiinflamasi non steroid(AINS) yang menghilangkan rasa nyeri ringan sampai sedang. Obat-obatan dalam kelompok ini memiliki target aksi pada enzim, yaitu enzim siklooksigenase(cox). Cox berperan dalam sintesis mediator nyaeri, salah satunya adalah prostaglandin. Mekanisme umum dari analgetik jenis ini adalah mengblok pembentukan prostaglandin dengan jalan meginhibisi enzim cox pada daerah yang terluka dengan demikian mengurangi pembentukan mediator dari nyeri(Meredith,1993).
Mekanisme kerja obat analgetik merupakan sebuah mekanisme fisiologis tubuh terhadap zat-zat tertentu. Obat analgetik bekerja di dua tempat utama, yaitu di perifer dan sentral. Golongan obat AINS bekerja diperifer dengan cara menghambat pelepasan mediator sehingga aktifitas enzim siklooksigenase terhambat dan sintesa prostaglandin tidak terjadi. Sedangkan analgetik opioid bekerja di sentral dengan cara menempati reseptor di kornu dorsalis medulla spinalis sehingga terjadi penghambatan pelepasan transmitter dan perangsangan ke saraf spinal tidak terjadi.
Prostaglandin merupakan hasil bentukan dari asam arakhidonat yang mengalami metabolisme melalui siklooksigenase. Prostaglandin yang lepas ini akan menimbulkan gangguan dan berperan dalam proses inflamasi, edema, rasa nyeri lokal dan kemerahan (eritema lokal). Selain itu juga prostaglandin . meningkatkan kepekaan ujung-ujung saraf terhadap suatu rangsangan nyeri (nosiseptif).
Enzim siklooksigenase (COX) adalah suatu enzim yang mengkatalisis sintesis prostaglandin dari asam arakhidonat. Obat AINS memblok aksi dari enzim COX yang menurunkan produksi mediator prostaglandin, dimana hal ini menghasilkan kedua efek yakni baik yang positif (analgesia, antiinflamasi) maupun yang negatif (ulkus lambung, penurunan perfusi renal dan perdarahan). Aktifitas COX dihubungkan dengan dua isoenzim, yaitu ubiquitously dan constitutive yang diekspresikan sebagai COX-1 dan yang diinduksikan inflamasi COX-2. COX-1 terutama terdapat pada mukosa lambung, parenkim ginjal dan platelet. Enzim ini penting dalam proses homeostatik seperti agregasi platelet, keutuhan mukosa gastrointestinal dan fungsi ginjal. Sebaliknya, COX-2 bersifat inducible dan diekspresikan terutama pada tempat trauma (otak dan ginjal) dan menimbulkan inflamasi, demam, nyeri dan kardiogenesis. Regulasi COX-2 yang transien di medulla spinalis dalam merespon inflamasi pembedahan mungkin penting dalam sensitisasi sentral.










Daftar Pustaka

Anief,M.1995.Perjalanan Dan Nasib Obat Dalam Tubuh.Yogyakarta:UGM press.
Meredith,K.1993.Pedoman Pengobatan.Yogyakarta:Esentia Medica.
Tjay,H.2007.Obat-Obat Penting.Jakarta:Alex media.





Pertanyaan :
1. Apa contoh senyawa kimia yang menyebabkan rasa nyeri?
2.Apa contoh obat yang menghambat enzim fosfolipase dan obat yang menghambat enzim siklooksigenase(cox) ?
3.Adakah ada tingkatan-tingkatan nyeri?


13 komentar:

  1. saya akan mencoba membantu menjawab pertanyaan dari izzaturrahmi point ke 2, obat yang dapat membantu menghambat enzim fosfolipase adalah obat golongan SAID (Steroid Anti Inflamation Drugs)contohnya Dexametason, Prednison, Prednisolon.
    kemudian, obat yang dapat menghambat enzim siklooksigenase(cox) adalah obat golongan NSAID (Non Steroid Inflamation Drugs)contohnya Asam Mefenamat, Na diklofenax, Antalgin, Aspirin, Ketoprofen, dll.
    semoga membantu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih saudari yesy yang telah membantu memberikan jawaban yang mana jawaban tersebut sangat bermanfaat bagi saya

      Hapus
    2. Saya menambahkan jawaban dari yesy.
      Selain obat NSAID, ada obat yang menghambat enzim siklooksigenase 2 (COX 2) secara selektif. Contohnya yaitu celecoxib. Obat ini tidak mempengaruhi pembentukan prostaglandin lambung, sehingga aman digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat penyakit asam lambung.

      Hapus
  2. Jawaban nomor 2 yaitu :
    bradikinin, serotonin, histamin, asetilkolin dan prostaglandin.

    Faktor apa saja yang dapat menyebabkan senyawa kimia dihambat pelepasannya di tubuh dalam menimbukan nyeri?

    BalasHapus
  3. Hai kak mimi, saya ingin bantu menjawab pertanyaan nomor 1 mengenai senyawa kimia yang menyebabkan rasa nyeri.
    Khemis adalah salah satu penyebab nyeri yang ditimbulkan karena adanya kontak dengan zat kimia yang bersifat asam atau pun basa kuat.
    Contoh paling sering d temukan adalah bahan kimia d labor yang bersifat iritan seperti :
    a) Asam asetat
    b) Kalsium oksida
    c) Arsen
    d) Formaldehid
    e) Klorobenzena
    f) Etil alcohol
    g )Aseton
    h) Asam fosfat
    Dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kak suci telah membantu menjawab, jawaban anda sangat bermanfaat bagi saya

      Hapus
    2. mengenai senyawa kimia yang menyebabkan rasa nyeri dapat juga berasal dari senyawa dalam tubuh
      rasa nyeri timbul karena adanya rangsangan mekanis atau kimiawi yang dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan dan melepaskan zat tertentu yang disebut mediator atau perantara nyeri. Contoh meditor nyeri yaitu bradikinin, histamin, serotonin dan prostaglandin

      Hapus
  4. Rasa nyeri sendiri dapat dibedakan dalam tiga kategori :
    - Nyeri ringan contoh : sakit gigi, sakit kepala, nyeri otot, nyeri haid dan lain-lain.
    - Nyeri sedang contoh : sakit punggung, migrain, rheumatic.
    - Nyeri hebat contoh : kolik/kejang usus, kolik batu empedu, kolik batu

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai puput, apakah setiap nyeri itu obatnya berbeda-beda?

      Hapus
    2. menurut saya berbeda karena jika sesorang hanya sakit kepala saja bisa diberikan analgetika non narkotik sepert paramex namun jika nyeri nya sudah tidak dapat ditahan lagi baru lah diberikan analgetika golongan narkotik

      Hapus
  5. hai kak saya mau mencoba menjawab pertanyaan no 1
    Prostalandin,asetilkolin,bradikinin, serotonin dan histamin.

    BalasHapus
  6. Halo, saya ingin menambahkan jawaban no 3. Rasa nyeri memiliki tingkatan dari nyeri ringan sampai nyeri berat, dimana penggunaan obat analgetika ditentukan oleh tahap rasa nyeri yang dirasakan, yaitu :

    Tahap I :a nalgesik non-opiat : AINS

    Tahap II : analgesik AINS + ajuvan (antidepresan)

    Tahap III : analgesik opiat lemah + AINS + ajuvan

    Tahap IV : analgesik opiat kuat + AINS + ajuvan

    BalasHapus
  7. saya akan menjawab pertanyaan no 2
    bradikinin, serotonin, histamin, asetilkolin dan prostaglandin.

    BalasHapus